Koridor pergerakan Gajah di Bukit Tigapuluh menjadi saksi interaksi antara satwa liar dengan manusia. Film dokumenter Berbagi Ruang untuk Bukit Tigapuluh menyoroti pentingnya menjaga jalur pergerakan kehidupan liar Gajah Sumatra, melalui strategi komunikasi storytelling transmedia, yang menggabungkan visual, narasi personal, serta suara komunitas lokal untuk membangun kisah emosional.
Bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia (World Elephant Day), Permata Bank mendukung peluncuran film dokumenter ini sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan komunitas melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Film ini memposisikan Gajah sebagai pusat narasi, memperlihatkan bagaimana keberlangsungan hidup satwa ini bergantung pada terjaganya koridor pergerakan di Bukit Tigapuluh, Jambi. Alih-alih sekadar memaparkan data atau menyorot konflik manusia dengan satwa, inisiatif ini mengajak audiens melihat konservasi sebagai upaya berbagi ruang dan menjaga keseimbagan ekosistem.
Diproduksi oleh WWF-Indonesia bersama KITE Entertainment, film ini menjadi medium bersama yang menyuarakan hasil riset lapangan, pengalaman komunitas, dan perspektif kebijakan dalam satu kesatuan narasi. Narator Chicco Jerickho memberikan sentuhan personal yang membuat audiens merasa diajak menyusuri hutan dan menyaksikan langsung interaksi gajah di habitatat lainnya.
Pendekatan lintas media membuat setiap elemen memiliki peran: visual dokumenter memicu empati, narasi memperdalam pemahaman, dan kesaksian masyarakat memperkuat kredibilitas. Dengan memanfaatkan momentum Hari Gajah Sedunia, Berbagi Ruang untuk Bukit Tigapuluh tidak hanya membangkitkan kesadaran publik, tetapi juga membuka ruang diskusi lebih luas mengenai komitmen konservasi di Indonesia.



