TANTANGAN

Konsumen Indonesia telah lama diasosiasikan dengan tipe kulit berminyak, sehingga kurang bisa menerima produk kecantikan yang mengandung minyak. Di tahap awal, Bio Oil menghadapi risiko sebagai produk niche, dimana pasar sedang didominasi pelembab konvensional. Untuk memposisikan brand di tengah pasar, Bio Oil membutuhkan strategi komunikasi pemasaran yang tepat agar bisa dianggap sebagai salah satu produk kecantikan sehari-hari.

STRATEGI

  • Mengesekusi Strategi PR 360° menggunakan model PESO, yang mengintegrasikan pemanfaatan media, influencer, pakar, dan komunitas.
  • Menyajikan storytelling berbasis insight, yang menghubungkan bukti klinis dengan narasi emosional untuk membentuk persepsi konsumen.
  • Membangun ekosistem dengan para dermatologi influencer, pelaku retail, dan komunitas secara berkelanjutan
  • Mengaplikasikan framework AMEC sebagai basis pengambilan keputusan untuk membangun kekuatan brand jangka panjang.

KELUARAN

  • Menghasilkan 1.101 pemberitaan positif, dengan PR value sebesar Rp363,6 miliar dan jangkauan 8,9 juta orang.
  • Mencatat 11 juta impressions dan 677.273 engagements, yang memperkuat visibilitas dan kedekatan dengan komunitas.
  • Meraih 13 penghargaan bergengsi di kategori kecantikan dan industri, termasuk sejumlah penghargaan pilihan konsumen yang semakin memperkuat keaslian dan kepercayaan terhadap Bio-Oil.
  • Membuktikan dampak yang terukur dan berjangka panjang, sekaligus menegaskan peran ID COMM sebagai mitra komunikasi yang strategis, data-driven, dan tepercaya.