Sebagai negara kepulauan dengan kekayaan hayati yang melimpah, Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam keberagaman sumber dan budaya pangan. Isu ini menjadi sorotan dalam diskusi bertajuk “Merawat Cerita-cerita Pangan Lokal” yang diselenggarakan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bersama Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (Humanis) pada 13 Juni 2025 di Jakarta.

Dalam sesi diskusi tersebut, Ahmad Arif, Inisiator Nusantara Food Biodiversity, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki setidaknya 72 jenis sumber karbohidrat, 100 jenis kacang-kacangan, dan 450 varietas buah-buahan. Sayangnya, tren konsumsi masyarakat menunjukkan pergeseran signifikan. Menurut Ahmad, ketergantungan terhadap pangan impor dan semakin terpinggirkannya pangan lokal menjadi tantangan utama yang dipengaruhi oleh faktor historis serta dampak perubahan iklim yang memengaruhi produktivitas pangan lokal.

Meski menghadapi tantangan, berbagai inisiatif di daerah menunjukkan bahwa kedaulatan pangan masih dapat dijaga. Upaya ini tentu memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak. Nusantara Food Biodiversity berkontribusi melalui penyajian data serta dokumentasi budaya pangan lokal, mulai dari proses produksi, panen, pengolahan, penyimpanan, penyajian, hingga sejarah dan kebijakan yang melatarbelakanginya.

Sementara itu, IDEP Foundation di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menerapkan pendekatan permakultur sebagai sistem pengelolaan lahan dan sumber pangan berkelanjutan yang memanfaatkan potensi lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Ragil Imam Wibowo, Co-founder Nusa Gastronomy, bersama Laode Saiful Rahman, Finalis MasterChef Indonesia, menekankan pentingnya inovasi dalam menjaga eksistensi pangan lokal. Menurut mereka, pangan tradisional perlu dikemas ulang secara modern agar tetap relevan dengan selera masa kini, tanpa menghilangkan nilai kultural dan ekologisnya.

Diskusi ini menjadi bagian dari upaya strategis LTKL untuk membangun narasi kuat seputar pentingnya pelestarian pangan lokal sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan ID COMM sebagai mitra komunikasi strategis, kegiatan ini telah menarik perhatian banyak media nasional seperti Liputan6.com, Katadata.co.id, Goodnewsfromindonesia.com, Tirto.id, dan Nationalgeographic.grid.id, sehingga memperkuat eksposur dan dampak pesan yang disampaikan.