Lanskap pendidikan di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang pesat, dan saat ini adalah waktu yang krusial untuk mengatasi tantangan yang ada. Meskipun masih terdapat banyak kendala, seperti tingkat literasi dan numerasi yang perlu ditingkatkan, serta isu-isu lain seperti perundungan dan pengangguran di kalangan lulusan, tantangan-tantangan ini dapat dilihat sebagai peluang untuk melakukan perbaikan dan inovasi. Semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia semakin kuat, dan inisiatif seperti Belajaraya menjadi sangat relevan dalam konteks ini.

Belajaraya 2024, yang berlangsung pada 4 Agustus 2024 di Pos Bloc Jakarta, menjadi simbol dari upaya akselerasi pendidikan tersebut. Acara yang diselenggarakan oleh jaringan pendidikan Semua Murid Semua Guru (SMSG) ini berhasil menghimpun lebih dari 1.000 Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP), tokoh masyarakat, korporasi, media, serta perwakilan pemerintah. Dengan tema “Merayakan Belajar: Kapan Saja, di Mana Saja, dari Siapa Saja,” Belajaraya 2024 menyediakan wadah untuk kolaborasi dan perubahan positif dalam ekosistem pendidikan Indonesia.

Rangkaian acara di Belajaraya 2024 mencakup sesi diskusi dan penampilan musik yang memberikan pengalaman yang berkesan bagi ribuan peserta. Pembicara-pembicara penting seperti Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Pendiri Narasi Najwa Shihab, dan penggagas Semua Murid Semua Guru Najelaa Shihab, berbagi pandangan mereka mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kehadiran tokoh-tokoh lainnya seperti Salman Subakat, Nurul Iqamah, dan Jovial da Lopez juga memperkaya diskusi yang membahas cara-cara efektif dalam menghadapi tantangan pendidikan di Indonesia.

Belajaraya bukan sekadar sebuah festival, tetapi juga gerakan yang mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam sektor pendidikan untuk berkontribusi dalam membangun masa depan Indonesia. Acara ini menghadirkan 9 (sembilan) sesi Ngobrol Publik tentang isu-isu pendidikan nasional, 80 pameran dampak pendidikan, dan 49 Kelas Belajar yang dipimpin oleh tokoh masyarakat dan KOP. Beragam topik mulai dari kepemimpinan dalam pendidikan hingga pendidikan lingkungan dan kreativitas dibahas, memberikan platform bagi berbagai suara untuk berbagi perspektif dan solusi.

Dalam suasana yang penuh semangat ini, Najelaa Shihab, inisiator gerakan Semua Murid Semua Guru, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pendidikan. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, terutama mengingat ada 83 juta anak-anak bertalenta yang memerlukan perhatian kita semua. Kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan serta keterlibatan berbagai pihak adalah kunci untuk menciptakan perubahan positif dalam pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Musik juga menjadi elemen penting dalam acara ini, dengan penampilan dari artis-artis ternama seperti Tulus, Andien, Endah N Rhesa, Idgitaf, RAN, Nadhif Basalamah, Dere, dan Rafi Sudirman. Melalui musik, mereka mengangkat pesan tentang kekuatan musik sebagai alat komunikasi dan pendidikan, menciptakan suasana kebersamaan dan tujuan bersama. Selain itu, Belajaraya juga menegaskan komitmen terhadap inklusivitas dengan memastikan aksesibilitas bagi semua orang, termasuk komunitas difabel, memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah hak semua orang.

Sebagai mitra Belajaraya 2024, ID COMM berperan dalam memperkuat pesan kolaborasi dan inovasi acara ini. Dengan visi “For the Betterment of Indonesia,” ID COMM terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, memastikan bahwa acara ini mempromosikan pendidikan dan juga mendorong perubahan positif di Indonesia.